Total Tayangan Halaman

Selasa, 13 September 2016

Heka Niat Noto, Aktivis UMSU yang Menginspirasi (Terbit 30 Desember 2015, Tribun Bone)

Heka Niat Noto, pemuda kelahiran Stabat, 17 Desember 1993 ini patut diacungi jempol. Mahasiswa hebat kepunyaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini telah banyak menorehkan prestasi di bidang akademik. Namanya kian banyak dikenal warga kampus, terutama di kalangan dosen. Terlebih lagi ia adalah seorang aktivis kampus yang terkenal down to earth. Heka saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang sering dikenal dengan IMM. Ia juga menjabat sebagai Ketua Divisi Advokasi dan KIE di Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Syahadah (PIK-M Syahadah) UMSU. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, UMSU.
Aktivis adalah orang yang sangat loyal kepada organisasi yang mereka ikuti. Hal ini terbukti dari keikhlasan mereka untuk mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam mewujudkan cita-cita bersama. Sehingga, tidak sedikit dari mereka yang merelakan waktu kuliah demi memastikan bahwa organisasi yang diikutinya berjalan dengan baik. Itu pulalah yang dilakukan Heka semenjak dirinya tercatut sebagai seorang aktivis kampus. Menurut penulis, Heka hadir untuk menginspirasi. Menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk terus maju. Di tengah kesibukannya, ia pun masih meluangkan waktu untuk bergabung di sebuah wadah yang menaungi kreatifitas ilmiah mahasiswa yang diberi nama Unit Pengembangan Kreativitas Ilmiah Mahasiaswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UPKIM FKIP UMSU).
Dua judul proposalnya bersama kedua temannya, Eka Prasetio dan Iman Sofian Sijabat, pernah lulus dalam perhelatan akbar PEKAN ILMIAH MAHASISWA NASIONAL (PIMNAS) yang diadakan tahun 2014 silam. Proposal dengan judul “Pengolahan Melinjo (Gnetum Gnemon) Sebagai Susu Diet Sehat Bernutrisi & Bernilai Jual Tinggi” mampu mengantarkannya menjadi pemenang dalam perlombaan hebat itu. Selain itu, ia juga pernah memenangkan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Program KKB dan PK Tahun 2014 BKKBN Provinsi Sumatera Utara, dengan judul tulisan: Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Fertilitas di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang.
Prestasi lain yang berhasil disabetnya adalah Juara 2 Debat Bahasa yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara. Juara 2 Dance GenRe dan juga Harapan 2 Jelajah GenRe dalam acara Jambore Nasional BKKBN Pusat di Bogor. Tak heran banyak orang menggambarkan sosoknya berkarakter dan mempunyai idealisme tinggi sebagai aktivis mahasiswa. Bukan suatu yang berlebihan karena memang Heka adalah orang yang mempunyai ketulusan hati untuk mengabdi, dedikasi yang tinggi, dan mampu menjadi sang pelopor perubahan.
Heka yang saat ini berstatus sebagai Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mengaku bahwa sebelum kuliah, ia mengambil jurusan otomotif. Jiwanya adalah di mesin (teknik). Keinginan terbesarnya adalah bisa bekerja sebagai mekanik di Jepang. Tapi kendala ekonomi, ia akhirnya memutuskan untuk kuliah terlebih dahulu. Setelah mempertimbangkan, akhirnya ia memilih profesi guru sebagai pilihan akhir. Bergaji iya, pahala juga mengalir terus. Begitu pikirnya saat itu. Ia berusaha menyesuaikan diri dengan jurusan yang telah ia pilih meski pun jiwa yang sebenarnya tidak berada di situ. Ia selalu paham bahwa ada konsekuensi yang harus di terima di setiap keputusan yang ia ambil. Kedewasaannya ternyata memudahkan langkahnya hingga saat ini.
Dari yang penulis amati, orang-orang yang berada di sekeliling Heka merasa terpantik semangatnya untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang ada. Mereka berusaha optimistis meskipun lingkungan di sekitarnya membentengi. Ibaratnya, Heka adalah nyala api yang tidak pernah padam. Dan ia lebih memilih menjadi lilin yang hidup di antara lilin yang mati. Karena ia ingin ada dan hadir untuk menginspirasi orang-orang yang ada di sekitarnya. Inilah sosok pemuda yang seharusnya dimiliki bangsa Indonesia. Penuh tekad dan semangat. Semangat yang kuat untuk melakukan perubahan di keseharian mereka.
Kampus adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Kampus dijadikan tempat menimba ilmu, mempersiapkan masa depan, dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang utuh. Di suatu hari, penulis berkesempatan mewawancarai beliau. Penulis sedikit penasaran dengan motivasi beliau yang tetap bertahan di kondisi yang bisa dibilang super sibuk. “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Selebihnya, ilmu itukan dicari, bukan ditunggu. Kalau saya hanya mengharapkan duduk manis menunggu dosen di bangku kuliah, saya rasa, saya cuma bisa menghapal huruf abjad dari A sampai Z, selebihnya tak ada ilmu yang saya dapat.” Terangnya dengan yakin.
Suatu statement luar biasa yang membuat penulis mengangguk berkali-kali. Membangun idealisme itu penting. Organisasi melatih kita untuk mengenal lingkungan yang sebenarnya . Membangun idealisme akan memunculkan semangat untuk mencapai harapan . Berbagai macam strategi pasti digunakan. Pantang menyerah ketika melihat permasalahan, hambatan dan rintangan. Dengan idealisme, penulis rasa, mahasiwa mampu memompa semangat tak kenal menyerah. “Dengan sabar, sholat, doa, dan usaha, semua masalah akan terasa mudah.” Tambahnya dengan bijaksana.
Menjadi mahasiswa idaman (mahasiswa aktivis akademis) memang tidak mudah. Dibutuhkan keyakinan, kesungguhan, dan pengorbanan untuk mewujudkan idealismenya. Oleh karena itu mahasiswa harus mampu merencanakan masa depannya sekarang juga sehingga nanti tidak menyesal di kemudian hari. Mahasiwa harus selalu memupuk semangat dan komitmennya demi terwujudnya idealisme mereka. Selain itu mahasiswa harus memulai dari yang terkecil dulu, dari apa yang bisa dilakukannya. Percayalah selalu, bahwa usaha keras itu tidak akan pernah mengkhianati. Mari cintai proses. Dan teruslah berusaha tanpa kenal lelah!


(Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Semester 3, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar