Total Tayangan Halaman

Selasa, 13 September 2016

Puisi Romansa Hujan, Metamorfosis Hati, dan 3 Puisi Lainnya (Terbit 26 Agustus 2016, Riau Realita)

Romansa Hujan
Oleh : Nanda Dyani Amilla

Apa yang tersisa dari hujan
Selain hatiku yang kedinginan
Jaketku yang kebasahan
Juga rinduku yang kau gigilkan
Barangkali kita menyimpan beribu-ribu doa di tengah malam yang gulita
Untuk seseorang yang namanya kian tersebut di ujung sajadah
Terbiaskan ke dalam kata-kata
Atau di puji dalam balutan sajak cinta
Kelak, semua akan tahu
Bahwa rintik hujan yang syahdu itu
Adalah bentuk rindu yang bergemuruh

Metamorfosis Hati
Oleh : Nanda Dyani Amilla

Bagaimana mungkin aku melupa
Ketika kau tebar biji-bijian cinta
Di sepetak tanah hati yang tersedia
Bagaimana bisa aku tak ingat
Ketika berhektar hatiku yang engkau rawat
Cinta bertumbuh kian merambat
Bagaimana mungkin kau kudustakan
Ketika musim hujan berdatangan
Dan bunga cinta kita bermekaran
Bila suatu senja nanti aku layu
Kenanglah perjuanganmu, bahwa kau pernah menanamku
Dengan segenap doa dalam peluh rindu

Kau Tak Kusemogakan Lagi
Oleh : Nanda Dyani Amilla

Aku pernah menari dalam sepotong senja yang hujan
Menobatkanmu pada rintik rindu bahagia
Kedinginan dengan tingkahmu yang membosankan
Dalam paruh waktu yang kukira ada akhirnya
Namun kenyataannya, aku tersingkir oleh tulip-tulip yang kau cipta
Menumbangkan doa-doa yang kurawat dengan payah
Menginjak habis harapku tanpa sisa
Ketahuilah, segala apa yang telah kulepas
Sampai mati takkan lagi kukejar
Selamat menjadi bayang-bayang
Kepada kau, yang tak kusemogakan lagi!

Cinta Bukan Matematika
Oleh : Nanda Dyani Amilla

Jika kau namai dirimu dengan sebutan mars yang ganjil
Semoga aku dapat menjadi venus yang menggenapkan
Karena rasa bukan semata tentang genap dan ganjil
Bukan pula tentang takaran matematika
Namun rasa adalah kalimat indah
dari penyair-penyair gila

Tulisan Tangan Tuhan
Oleh : Nanda Dyani Amilla

Jika rindumu tak pernah sampai padaku
Barangkali Tuhan sedang memanjangkan batas sabarmu
Jika kasihmu tak pernah terbaca olehku
Barangkali Tuhan butakan aku untuk mengujimu
Jika cintamu tak pernah menyentuh hatiku
Barangkali Tuhan senang melihat usahamu
Dia bahagia mendengar segala doamu
Ingin rindumu dan rinduku berpacu di pedal waktu
Oh, lelakiku yang menawan
Sadarkah kau cerita kita adalah tulisan tangan Tuhan?

(Diikutsertakan dalam Lomba HUT ke-1 sastra.riaurealita.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar