Rona
keromantisan terjadi di acara Seminar Nasional Kepenulisan yang diadakan oleh
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Indonesia pada Sabtu, 9 Desember
2017 di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Seminar Nasional
Kepenulisan yang mengangkat tema “Sebuah Goresan untuk Keabadian” ini
mengundang Boy Candra dan Win RG sebagai pembicara. Dua penulis yang terkenal
lewat diksi-diksi romantisnya.
Sebanyak
394 peserta pun turut ambil bagian dalam seminar kepenulisan ini. Peserta yang
hadir bukan hanya berasal dari mahasiswa saja, melainkan dari mereka yang
menggilai tulisan-tulisan Boy Candra dan Win RG. Boy Candra sendiri adalah
penulis novel best seller yang
kerapkali mengangkat sisi romance dalam
tulisannya. Novel-novelnya dapat dijumpai di Gramedia seluruh Indonesia.
Beberapa karyanya seperti Jatuh dan
Cinta, Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang, dan Sebuah Usaha Melupakan
juga merupakan yang paling banyak disukai oleh remaja.
Sedangkan
Win RG sendiri adalah dosen sekaligus sastrawan perempuan di Sumatera Utara.
Beliau merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP UMSU. Penulis yang senang sekali menggunakan jilbab putih ini merupakan
idola bagi mahasiswanya. Beberapa karyanya seperti Jus Alpukat, Gelas Jodoh, dan Bintang juga merupakan novel paling
dicari di UMSU.
Acara
seminar nasional kepenulisan ini dibuka dengan kata sambutan dari ketua
panitia; Ahmad Razali Nasution. Menyampaikan tentang laporan kegiatan seminar
nasional kepenulisan ini, mulai dari laporan jumlah kepanitiaan, kendala yang
dihadapi, hingga ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan
acara tersebut. Kata sambutan juga diberikan oleh Ketua Prodi Bahasa dan Sastra
Indonesia; Bapak Dr. Mhd Isman, M.Hum. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih
atas kerja keras anggota HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menjalankan
acara ini.
Seminar
nasional kepenulisan ini juga menampilkan sebuah pembacaan puisi oleh salah
satu anggota HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, yaitu Ricci Novita Sari. Juga
penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan pada sesi kedua oleh grup
musikalisasi puisi HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan memusikalisasikan
puisi karya penyair hebat; WS. Rendra.
Acara
seminar ini dibuka oleh pemateri pertama, yakni Win RG yang memaparkan tentang
dunia tulis menulis yang akan membawa kita pada sebuah keabadian. Beliau juga
mengupas tuntas keuntungan serta hal-hal positif yang bisa dipetik oleh seorang
penulis. Beliau menjelaskan bahwa dengan menulis hidup kita akan dikenang
banyak orang. Tulisan kita akan tetap abadi dalam sejarah. Beliau pun
memaparkan tentang konsep dan cara-cara dalam menulis sastra. Dimana terdapat penekanan
yang dikatakan beliau, bahwa sastra dan bahasa tidak bisa dinikahkan.
Pada
sesi kedua, pembicara yang ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta ini pun
akhirnya muncul. Dengan gaya khasnya yang murah senyum, Boy Candra menyapa
seluruh penggemarnya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Boy Candra
membuka materi seminar dengan menceritakan asal mula ia menjadi seorang
penulis. Beliau berbagi tips dan trik dalam menaklukkan penerbit. Dalam
materinya ini, Boy Candra membawakan tema “Menulis untuk Menyuarakan
Kegelisahan”.
Boy
Candra mengambil tema ini sebagai cara untuk menyampaikan proses kreatifnya
dalam menciptakan novel-novelnya. Selain itu, Boy Candra juga memberikan tips
menulis novel bagi pemula, yakni peserta seminar yang baru ingin atau sedang
menyelesaikan draft novelnya. Boy Candra meyakini bahwa tidak perlu menjadi
hebat dengan menuliskan hal-hal besar, cukup menulislah dari yang kecil yang
kemudian akan membawamu untuk terus menghebat.
Selama
kurang lebih 2 jam Boy Candra memberikan materi tersebut, beberapa peserta
seminar juga turut menyumbang pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang langsung
diarahkan oleh moderator. Suasana bertambah romantis ketika Boy Candra menjawab
pertanyaan dari beberapa peserta dengan diksi-diksi manisnya. Riuh tepuk tangan
dan kekaguman peserta seminar pun tidak dapat terelakkan. Suasana menjadi
sangat antusias dan penuh dengan keakraban.
Acara
seminar nasional kepenulisan ini pun akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama
Boy Candra dan Win RG. Bahkan beberapa peserta seminar ada yang memberanikan
diri meminta selfie bersama para pembicara. Acara ditutup dengan pembagian
sertifikat oleh panitia kepada peserta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar