Total Tayangan Halaman

Selasa, 16 Januari 2018

Seminar Nasional Kepenulisan FKIP UMSU Hadirkan Penulis Romantis (Citizen News, Terbit 10 Desember 2017, Harian Medan Pos)

Rona keromantisan terjadi di acara Seminar Nasional Kepenulisan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Indonesia pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Seminar Nasional Kepenulisan yang mengangkat tema “Sebuah Goresan untuk Keabadian” ini mengundang Boy Candra dan Win RG sebagai pembicara. Dua penulis yang terkenal lewat diksi-diksi romantisnya.
Sebanyak 394 peserta pun turut ambil bagian dalam seminar kepenulisan ini. Peserta yang hadir bukan hanya berasal dari mahasiswa saja, melainkan dari mereka yang menggilai tulisan-tulisan Boy Candra dan Win RG. Boy Candra sendiri adalah penulis novel best seller yang kerapkali mengangkat sisi romance dalam tulisannya. Novel-novelnya dapat dijumpai di Gramedia seluruh Indonesia. Beberapa karyanya seperti Jatuh dan Cinta, Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang, dan Sebuah Usaha Melupakan juga merupakan yang paling banyak disukai oleh remaja.
Sedangkan Win RG sendiri adalah dosen sekaligus sastrawan perempuan di Sumatera Utara. Beliau merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU. Penulis yang senang sekali menggunakan jilbab putih ini merupakan idola bagi mahasiswanya. Beberapa karyanya seperti Jus Alpukat, Gelas Jodoh, dan Bintang juga merupakan novel paling dicari di UMSU.
Acara seminar nasional kepenulisan ini dibuka dengan kata sambutan dari ketua panitia; Ahmad Razali Nasution. Menyampaikan tentang laporan kegiatan seminar nasional kepenulisan ini, mulai dari laporan jumlah kepanitiaan, kendala yang dihadapi, hingga ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Kata sambutan juga diberikan oleh Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia; Bapak Dr. Mhd Isman, M.Hum. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja keras anggota HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menjalankan acara ini.
Seminar nasional kepenulisan ini juga menampilkan sebuah pembacaan puisi oleh salah satu anggota HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, yaitu Ricci Novita Sari. Juga penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan pada sesi kedua oleh grup musikalisasi puisi HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan memusikalisasikan puisi karya penyair hebat; WS. Rendra.
Acara seminar ini dibuka oleh pemateri pertama, yakni Win RG yang memaparkan tentang dunia tulis menulis yang akan membawa kita pada sebuah keabadian. Beliau juga mengupas tuntas keuntungan serta hal-hal positif yang bisa dipetik oleh seorang penulis. Beliau menjelaskan bahwa dengan menulis hidup kita akan dikenang banyak orang. Tulisan kita akan tetap abadi dalam sejarah. Beliau pun memaparkan tentang konsep dan cara-cara dalam menulis sastra. Dimana terdapat penekanan yang dikatakan beliau, bahwa sastra dan bahasa tidak bisa dinikahkan.
Pada sesi kedua, pembicara yang ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta ini pun akhirnya muncul. Dengan gaya khasnya yang murah senyum, Boy Candra menyapa seluruh penggemarnya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Boy Candra membuka materi seminar dengan menceritakan asal mula ia menjadi seorang penulis. Beliau berbagi tips dan trik dalam menaklukkan penerbit. Dalam materinya ini, Boy Candra membawakan tema “Menulis untuk Menyuarakan Kegelisahan”.
Boy Candra mengambil tema ini sebagai cara untuk menyampaikan proses kreatifnya dalam menciptakan novel-novelnya. Selain itu, Boy Candra juga memberikan tips menulis novel bagi pemula, yakni peserta seminar yang baru ingin atau sedang menyelesaikan draft novelnya. Boy Candra meyakini bahwa tidak perlu menjadi hebat dengan menuliskan hal-hal besar, cukup menulislah dari yang kecil yang kemudian akan membawamu untuk terus menghebat.
Selama kurang lebih 2 jam Boy Candra memberikan materi tersebut, beberapa peserta seminar juga turut menyumbang pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang langsung diarahkan oleh moderator. Suasana bertambah romantis ketika Boy Candra menjawab pertanyaan dari beberapa peserta dengan diksi-diksi manisnya. Riuh tepuk tangan dan kekaguman peserta seminar pun tidak dapat terelakkan. Suasana menjadi sangat antusias dan penuh dengan keakraban.
Acara seminar nasional kepenulisan ini pun akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama Boy Candra dan Win RG. Bahkan beberapa peserta seminar ada yang memberanikan diri meminta selfie bersama para pembicara. Acara ditutup dengan pembagian sertifikat oleh panitia kepada peserta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar