Total Tayangan Halaman

Rabu, 24 Mei 2017

Membuminya Bahasa Indonesia di Tanah Internasional (Terbit 05 Februari 2017, Kabar Madura)

Membuminya Bahasa Indonesia di Tanah Internasional
Oleh : Nanda Dyani Amilla
Banyak dari kita yang tidak tahu bahwa bahasa Indonesia saat ini sudah dipakai dan dipelajari di belahan dunia lain selain Indonesia. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia, mengetahui bahwa bahasa nasional kita sudah mulai mendunia. Meski banyak kawula muda yang menganggap bahwa bahasa Indonesia kalah menarik dengan bahasa-bahasa asing, nyatanya bahasa Indonesia sudah mampu menembus kancah internasional.
Beberapa fakta cukup mencengangkan adalah bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling populer di negara Paman Sam, yakni Amerika. Bahasa Indonesia juga termasuk bahasa yang resmi di negara Vietnam. Dan bahasa Indonesia juga dikembangkan di negara Piramid yaitu Mesir. Masih banyak lagi negara-negara yang menggunakan bahasa Indonesia, baik itu dalam sebuah percakapan maupun pelajaran.
Lantas, mengapa orang Indonesia masih enggan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar? Kenyataannya adalah kita terlalu sering mencampur-adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Alasan yang paling banyak dilontarkan adalah agar terlihat keren dan kekinian. Orang-orang yang berdialog dengan menggunakan bahasa Inggris dinilai lebih berkelas dibanding orang-orang yang menggunakan bahasa Indonesia.
Dalam rapat, pertemuan, ataupun seminar-seminar resmi, beberapa orang juga kerap menggunakan bahasa Inggris. Pamflet, spanduk, dan poster-poster yang ada di jalanan juga telah terinfeksi menggunakan bahasa Inggris. Memang benar, bahasa Inggris adalah bahasa internasional, yang berarti bahasa pemersatu suatu bangsa dengan bangsa lain. Namun kelirunya adalah mengapa kita warga negara Indonesia malah menggunakan bahasa Inggris? Bukankah dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kita saja sudah lebih dari cukup untuk memahami sesuatu?
Pro dan kontra pun mulai bermunculan. Bagaimana mungkin bangsa lain lebih mencintai bahasa Indonesia dibanding bangsa Indonesia itu sendiri. Bukankah kalimat “Aku cinta padamu” akan terasa lebih syahdu diucapkan ketimbang menggunakan kata “I love you”? Bukankah kata “contact person” lebih baik jika diganti dengan “narahubung”?  Bukankah kata “loudspeaker” lebih enak jika diganti dengan “pengeras suara”? dan bukankah kata “presenter” lebih baik jika diganti dengan “pewara”?
Kata-kata yang penulis contohkan di atas tadi adalah sebagian kecil kata-kata yang kurang dipahami oleh masyarakat Indonesia jika diubah ke dalam bahasa Indonesia. Mereka terlalu sering dijejali kata-kata hasil saduran bahasa Inggris, sehingga kurang mengenal bahasa asli Indonesia. Sangat disayangkan, di saat bangsa lain jatuh hati pada bahasa Indonesia, bangsa Indonesia sendiri kurang menghargai bahasa nasionalnya.
Anjani Mutter dalam soulofjakarta.com menuliskan bahwa bahasa Indonesia telah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. Minat orang-orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia terbilang tinggi. Menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri, Andri Hadi, saat ini ada 45 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia di wilayahnya, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan sebagainya. Di Australia bahkan bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 dan ada 500 sekolah yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran.
Sungguh sebuah kenyataan yang membanggakan. Di saat bangsa Indonesia tidak begitu jatuh hati pada bahasanya sendiri, bangsa-bangsa lain malah amat sangat mencintai bahasa Indonesia. Kenyataan yang penulis alami sendiri adalah banyaknya cemoohan dan sindiran dari orang lain terhadap jurusan bahasa Indonesia di perkuliahan. Mereka menganggap bahwa pelajaran bahasa Indonesia terbilang mudah. Padahal kenyataannya adalah jika disurvey secara random, maka nilai bahasa Indonesia adalah nilai yang paling rendah dan sulit mendapatkan nilai tinggi dibanding nilai-nilai mata pelajaran yang lain. Itu berarti bahasa Indonesia bukanlah sebuah mata pelajaran yang bisa dipandang sebelah mata.
Orang-orang di luar jurusan bahasa Indonesia, akan selalu berpikir bahwa jurusan bahasa Indonesia adalah jurusan termudah di semua universitas. Padahal jika kalian mau mengintip sedikit saja, betapa babak belurnya anak-anak jurusan bahasa Indonesia yang bertemu dengan linguistik, fonetik, morfologi, sintaksis, semiotik, sosiolingusitik, psikolinguistik, kritik sastra, dan lain sebagainya. Jelas itu bukan perkara mudah dibanding apa yang kalian lihat.
Tribunnews.com menuliskan membuminya bahasa Indonesia juga berasal dari segi makanan yang bisa menyumbang banyak kosakata melalui diplomasi dalam acara berstandar internasional. Upaya juga dilakukan dengan membuka pameran makanan di luar negeri. Kosakata dalam penyajian makanan seperti cara membuatnya, bisa tetap menggunakan bahasa Inggris. Tetapi penyebutan nama makanan tetap bahasa Indonesia, sehingga bisa jadi kosakata dunia.
Berbanggalah kita sebagai bangsa Indonesia. Cintailah bahasa kita seperti orang-orang asing yang jatuh hati pada bahasa kita. Mulailah untuk mencintai bahasa Indonesia dengan cara menggunakannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Tidakkah kita semua sadar bahwa bahasa Indonesia tak kalah keren dari bahasa-bahasa asing? Bahasa Indonesia itu syahdu dan penuh makna. Sunggguh, tidak ada larangan untuk mempelajari bahasa asing, tetapi orang yang baik adalah orang yang tidak akan pernah melupakan rumahnya sendiri, yakni bangsa dan bahasa Indonesia.


(Penulis adalah Mahasiswi FKIP UMSU, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Semester 7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar