Total Tayangan Halaman

Rabu, 24 Mei 2017

Trik Penulis Menjinakkan Writer's Block (Terbit 09 Maret 2017, Kabar Madura)

Trik Penulis Menjinakkan Writer’s Block
Oleh : Nanda Dyani Amilla
Pernahkah Anda mengalami writers block? Atau pernahkah Anda tiba-tiba berhenti menulis karena semua konsep cerita yang ada di kepala tiba-tiba hilang dan buyar entah kemana? Lalu ketika Anda ingin melanjutkan menulis, tidak ada yang dapat Anda tulis selain diam menatap kursor laptop yang berkedip. Kondisi inilah yang dinamakan writers block. Kondisi dimana seseorang tidak dapat mengembangkan ide yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan utuh, seolah-olah stuck dan tidak dapat berpikir untuk melanjutkan tulisan, padahal awalnya ide sudah bergentayangan di dalam batok kepala kita.
Setiap penulis tentu mempunyai cerita tersendiri mengenai writers block. Namun, ada pula yang mengaku tidak percaya dengan adanya writers block, seperti Fachri Asiza dalam artikel yang pernah saya baca beberapa tahun lalu. Bicara mengenai writers block, tentu saja ada penyebabnya. Dan memang benar,  dari beberapa referensi bacaan yang saya baca, writers block disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: terlalu banyak ide yang ada di kepala, namun menunda untuk menuliskannya.
Tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, takut akan komentar pembaca terhadap tulisan kita, tidak fokus dalam mengembangkan ide cerita, sehingga pikiran terbagi-bagi terhadap hal lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis. Selain itu, tempat menulis yang kurang nyaman juga menjadi salah satu penyebabnya, dan masih banyak lagi faktor penyebab lainnya.
Setiap penulis juga pernah mengalami kondisi tersebut. dan setiap penulis juga pasti punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Karena jika terlalu lama dibiarkan, bisa jadi tulisan kita tidak akan pernah menemu kata selesai. Saya sendiri juga pernah mengalami kondisi writers block. Beberapa penulis profesional pun bahkan juga pernah mengalami kejadian serupa. Writers block dan penulis seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Berikut trik atau cara saya dalam menjinakkan writers block berdasarkan pengalaman saya: Pertama, ketika kita merasa sedang tidak bisa menuliskan kelanjutan cerita dalam tulisan kita, ada baiknya untuk berhenti sejenak. Pergi ke luar atau berjalan-jalan di sekitar rumah atau halaman akan me-refresh otak kita dari kepenatan yang ada. Mood menulis pun akan kembali lagi dan kita bisa melanjutkan tulisan yang tertunda.
Kedua, lakukanlah hal-hal yang dapat menambah ide dalam menuliskan cerita. Seperti membaca buku-buku yang bergenre serupa dengan tulisan yang hendak dituliskan. Semakin banyak ide, maka kehadiran writers block bisa diminimalisir. Ketiga, tidak ada salahnya mendengarkan musik ketika sedang menulis. Dengan mendengarkan musik, biasanya akan membangkitkan atau menumbuhkan inspirasi. Tentu tidak ada tempat bagi writers block untuk hadir ditengah-tengah kegiatan menulis.
Keempat, jangan terlalu banyak melamun ketika menulis. Hal ini biasanya dapat memicu kita terserang writers block. Kelima, jaga fokus dan semangat kita di dalam dunia literasi. Masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjinakkan writers block. Semua tergantung kita dalam menyikapinya. Semua penulis pun tentu punya caranya masing-masing.
Writers block bagi sebagian penulis adalah musuh yang wajib ditaklukkan. Namun bagi saya, writers block adalah sebuah tantangan dalam menulis. Untuk menyelesaikan sebuah tulisan yang bagus dan berkualitas, tentu ada banyak tantangan yang harus dilalui, baik dari dalam maupun dari luar diri.
Bagaimanapun itu, sebagai penulis yang bijak, kita tentu tahu kiat-kiat dalam mempertahankan semangat menulis. Termasuk dalam mengatasi writers block dengan versi masing-masing. Semangat yang naik turun dalam menulis adalah hal biasa. Di sinilah konsistensi menulis kita diuji. Apakah kita mampu bertahan atau malah terseleksi alam dengan sendirinya. Orang-orang yang mampu bertahan inilah yang akan tetap eksis dalam dunia kepenulisan.
Semoga dengan berhasilnya kita keluar dari kondisi writers block tersebut, kita mampu menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang hebat dan berkualitas. Yang mampu menginspirasi dan menjadi pembelajaran bagi pembaca, karena tulisan itu lahir dari kerja keras dan kejujuran penulisnya. Tetaplah semangat dalam menulis meski writers block terus menghantui. Salam semangat!

(Penulis adalah Mahasiswi FKIP UMSU, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Semester 7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar