Trik Penulis Menjinakkan Writer’s Block
Oleh : Nanda Dyani Amilla
Pernahkah
Anda mengalami writers block? Atau
pernahkah Anda tiba-tiba berhenti menulis karena semua konsep cerita yang ada
di kepala tiba-tiba hilang dan buyar entah kemana? Lalu ketika Anda ingin
melanjutkan menulis, tidak ada yang dapat Anda tulis selain diam menatap kursor
laptop yang berkedip. Kondisi inilah yang dinamakan writers block. Kondisi dimana seseorang tidak dapat mengembangkan
ide yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan utuh, seolah-olah stuck dan tidak dapat berpikir untuk
melanjutkan tulisan, padahal awalnya ide sudah bergentayangan di dalam batok
kepala kita.
Setiap
penulis tentu mempunyai cerita tersendiri mengenai writers block. Namun, ada pula yang mengaku tidak percaya dengan
adanya writers block, seperti Fachri
Asiza dalam artikel yang pernah saya baca beberapa tahun lalu. Bicara mengenai writers block, tentu saja ada
penyebabnya. Dan memang benar, dari
beberapa referensi bacaan yang saya baca, writers
block disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: terlalu banyak ide yang
ada di kepala, namun menunda untuk menuliskannya.
Tidak
percaya diri dengan tulisan sendiri, takut akan komentar pembaca terhadap
tulisan kita, tidak fokus dalam mengembangkan ide cerita, sehingga pikiran
terbagi-bagi terhadap hal lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis.
Selain itu, tempat menulis yang kurang nyaman juga menjadi salah satu
penyebabnya, dan masih banyak lagi faktor penyebab lainnya.
Setiap
penulis juga pernah mengalami kondisi tersebut. dan setiap penulis juga pasti
punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Karena jika terlalu lama dibiarkan,
bisa jadi tulisan kita tidak akan pernah menemu kata selesai. Saya sendiri juga
pernah mengalami kondisi writers block.
Beberapa penulis profesional pun bahkan juga pernah mengalami kejadian serupa. Writers block dan penulis seperti dua
sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Berikut
trik atau cara saya dalam menjinakkan writers
block berdasarkan pengalaman saya: Pertama, ketika kita merasa sedang tidak
bisa menuliskan kelanjutan cerita dalam tulisan kita, ada baiknya untuk
berhenti sejenak. Pergi ke luar atau berjalan-jalan di sekitar rumah atau
halaman akan me-refresh otak kita
dari kepenatan yang ada. Mood menulis
pun akan kembali lagi dan kita bisa melanjutkan tulisan yang tertunda.
Kedua,
lakukanlah hal-hal yang dapat menambah ide dalam menuliskan cerita. Seperti
membaca buku-buku yang bergenre serupa dengan tulisan yang hendak dituliskan.
Semakin banyak ide, maka kehadiran writers
block bisa diminimalisir. Ketiga, tidak ada salahnya mendengarkan musik
ketika sedang menulis. Dengan mendengarkan musik, biasanya akan membangkitkan
atau menumbuhkan inspirasi. Tentu tidak ada tempat bagi writers block untuk hadir ditengah-tengah kegiatan menulis.
Keempat,
jangan terlalu banyak melamun ketika menulis. Hal ini biasanya dapat memicu
kita terserang writers block. Kelima,
jaga fokus dan semangat kita di dalam dunia literasi. Masih banyak hal yang
dapat dilakukan untuk menjinakkan writers
block. Semua tergantung kita dalam menyikapinya. Semua penulis pun tentu
punya caranya masing-masing.
Writers block
bagi sebagian penulis adalah musuh yang wajib ditaklukkan. Namun bagi saya, writers block adalah sebuah tantangan
dalam menulis. Untuk menyelesaikan sebuah tulisan yang bagus dan berkualitas,
tentu ada banyak tantangan yang harus dilalui, baik dari dalam maupun dari luar
diri.
Bagaimanapun
itu, sebagai penulis yang bijak, kita tentu tahu kiat-kiat dalam mempertahankan
semangat menulis. Termasuk dalam mengatasi writers
block dengan versi masing-masing. Semangat yang naik turun dalam menulis
adalah hal biasa. Di sinilah konsistensi menulis kita diuji. Apakah kita mampu
bertahan atau malah terseleksi alam dengan sendirinya. Orang-orang yang mampu
bertahan inilah yang akan tetap eksis dalam dunia kepenulisan.
Semoga
dengan berhasilnya kita keluar dari kondisi writers
block tersebut, kita mampu menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang
hebat dan berkualitas. Yang mampu menginspirasi dan menjadi pembelajaran bagi
pembaca, karena tulisan itu lahir dari kerja keras dan kejujuran penulisnya. Tetaplah
semangat dalam menulis meski writers
block terus menghantui. Salam semangat!
(Penulis
adalah Mahasiswi FKIP UMSU, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Semester 7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar